Dalam kehidupan tentu kita butuh motivasi dan inspirasi yang terus mendorong kita menuju kemajuan yang haqiqi, kemajuan yang haqiqi adalah ketika kita tahu betul apa yang kita butuhkan dari apa yang benar tentang aturan alam. sedikit saja kata, mungkin bisa menggugah semangat hidup kita dalam rangka menuju allah. saya bukanlah orang yang mengetahui segalanya tentang motivasi dan inspirasi, hanya saja ada beberapa buku mengenai itu yang saya baca, dan saya buat ringkasanya, , mungkin ini bisa bermanfaat untuk para pembaca budiman, perlu diketahui disini saya tdak maksud mencopy tulisan orang lain, saya hanya ingin menshare ilmu yang sudah saya dapat dari buku yang saya baca, dan apa salahnya berbagi ilmu.
judul buku : Inspirasi Dari Langit KetujuhKarangan : Mahmud Asy Syafrowi
Rangkuman Buku ‘’Inspirasi dari
langit ke tujuh”
Menata Niat
Anggapan lain
niata sering dkonotasikan atau disamakan sebagai ativitas pengucapan lisan.
Ketika seorang berniat, maka ia dituntut melapalapalkan niat itu dilidahnya.
Adahal pengertian niatyang sesungguhnya adalah murni aktivitas hati, bukan
lisan. Niat adalah bahasa hati, yang
tidak bias diucapkan dengan bahasa lisan. Jika pun isan menucapkanya maka itu
hanya sebagai pengingat dan penguat saja.
Persepsi
atau anggapan yang keliru ini pada akhir menjadikan niat sering terlupakan
terabaikan dalam kebanyakan aktivitas keseharian kita. Betapa sering kita
melakukan amaldan pekerjaan dan betapa sering pula kita melupakan dan
melalaikan niat didalamnya. Contoh kecil, ketika kita membuat dan meminum kopi
dipagi hari, kita lupa menata dan menanamkan niat dalam hati kita, sehingga
perbuatan itu anyalah menjadi aktivitas biasa.Jika saja kita pandai mengelola
dan menghimpun niatyang baik, tentu aktivitas itu akan menjadi amal yang membuahkan
pahala.
Saudaraku,
Niat adalah jantung amal, pilarnya amal, dan ruhnya amal. Sah atau tidaknya
amal, Benar tidaknya suatu amal, sangat ditentukan oleh niat awalnya. Berpahala
atau tidaknya suatu amal, juga digantungkan pada niat yang terhujam di hati.
Dan sediit atau banyaknya pahala, pula disesuaikan dengan niat yang
menyertainya.
Tidak
sedikit amal yang kelihahatanya kecil dan ringan, tapi karena niat ia menjadi
amal yan besar dan berat timbangannya di sisi allah. Sebaliknya, tak sediit
amal yang tampakna besar dan banyak, tetapi karena niat pula, ia menjadi amal
yang kecil dan sedikit dalam pandangan allah. Bahkan tak jarang amal yang
sebenarnya terbilang sunnah, justru mendatangkan kerugian dan dosa hanya gara
gara niat yang keliru. Sabda Nabi saw.menerangkan
‘’Niat
seseorang mukmin itu lebih baik dari amalnya. Dan sesungguhnya allah akan
memberi untuk niatnya seorang hamba apa yang ia berikan untuk amalnya. Demikian
itu karena niat tidak disertai dengan riya, sedang amal itu bercampur dengan riya.’’
Dan niat yang baik itu senidri sejatinya telah tertulis
sebagai amal yang berpahala. Sabda Nabi saw. ‘’Barangsiapa menyengaja suatu
kebaikan, kemudia ia tidak(bisa) melakukannya, maka ditulis baginya suatu
kebaikan’’.
Mengapa bisa demikian/ karena niat adalah
amal pribadi yang tidak terkait dengan dunia luar. Urusan niat adalah urusan
pribadi yang tidak bersangkutan dengan orang lain. Berbeda dengan amal yang
sellau bersinggungan dengan dunia luar,trutama manusia, maka niatpun terbebas
dari riya, sebab niat tempatnya dihati, yang tidak terpengaruh oleh pandangan
manusia. Niat juga jauh dari sikap ujub(membanggakan diri), karena niat ada
ebelum amal, sedang ujub dating ketika
atau setelah beramal. Inilah yang menjadikan niat yang baik selalu membuahkan
pahala, sedangan perbuatan baik belum tentu. Siapa saja yang tidak pernah
memerhatikan niat yang ada dalam hatinya, maka siapsiaplah untuk membuang buang
waktu, enaga dan harta dengan tiada arti.
‘’Belajarlah
niat, karena niat lebih penting dari pada amal’’
(Yahya bin Abi Katsir)
‘’Memohonlah
kepada allah supaya memperbaiki hati dan niatmu, karena tidak ada sesuatu yang
paling berat untuk kau obati selain keduanya. Ketika hatimu sedang
menghadap(ALLAH)maka seketika mungkin untuk berpaling, maka ketika menghadap
itulah engkau harus merampasnya supaya tidak berpaling
(Uwais al-Qarni)
‘’Seluruh
perbuatan yang tidak diniatkan untuk mencari ridha allah, maka perbuatan itu
akan rusak’’
(Rabi’ bin Khaitsam)
‘’Pelajarilah
niat dalam beramal, karena niat itu lebih cepat sampai kepada Allah daripada
amal ynag engkau lakukan itu’’
(Yahya bin Ibnu Katsir)
Husnudzan dan Berpikir Positif
Pikiran
memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dalam menentukan arah hidup seseorang. Karena
pikiran dapat melahirkan mindset, memengaruhi perasaan, intelektualitas, sikap,
citra diri, kondisi jiwa dan fisik. Hingga akhirnya pikiran memengaruhi hasil
akhir yang akan diperoleh. Islam memerintahkan supaya kita selalu berhusnudzan
(berbaik sangka) kepada Allah. Sabda Nabi Saw " Wahai manusia, baguskanlah
prasangka mu kepada Tuhan alam semesta ini, karena sesungguhnya Tuhan ada
bersama prasangka hamba-Nya" Beliau
juga bersabda "Dosa yang paling besar adalah su'udzan kepada Allah"
Husnudzan juga berarti kita senantiasa yakin
bahwa semua qadha dan ketetapan yang dikehendaki Allah pada diri kita adalah
baik. Jangan memvonis diri kita dengan ungkapan ungkapan negatif sehingga
seolah berprasangka buruk kepada Allah. Sebab, bisa jadi prasangkaan itu
menjadi kenyataan.
" Aku
sesuai dengan prasangka hamba-Ku . Jika ia menyangka baik, maka ia akan
mendapat kebaikan. Dan jika ia menyangka buruk, maka ia akan mendapat keburukan
"
(Hadist Qudsi)
" Wahai
anakku , jika setan mendatangimu dari arah ragu dan bimbang, maka kalahkan ia
dengan keyakinan dan kebenaran. Jika ia mendatangi mu dari arah malas dan
bosan, kalahkan ia dengan mengingat kubur dan himpitan nya. Dan jika ia
mendatangi mu dari arah cinta dan takut, kabarkanlah kepadanya bahwa dunia akan
dipisahkan dan ditinggalkan"
( Luqman al Hakim)
"
Perlihatkan tanganmu wahai orang yang dangkal imannya. Seandainya anak Adam
punya keimanan sekedar biji gandum, tentu ia dapat berjalan di atas air.
(Nabi Musa as.)
" Allah
azza wa jalla memerintahkan kepada seorang hamba agar pergi ke neraka. Tatkala
ia berada di atas bibirnya, ia berkata ' Demi Allah wahai Rabb ku, bukankah
prasangka ku terhadapMu adalah baik' maka Allah berfirman ' kembalikan ia,
karena aku ada dalam prasangka baik hamba-ku kepada ku' maka Dia pun lalu
mengampuninya"
(Sabda Nabi Saw.)
Keberanian mengubah hidup dan
perjuangan.
Jutaan
orang merasa lelah dengan kehidupan sekarang , bosan dan terasa berat, merasa
malang dan bernasib buruk, akhirnya mereka menyalahkan nasib, padahal nasib
berada ditangan mereka sendiri. Sebenarnya mereka sangat menginginkan perubahan
dalam kehidupan mereka, tapi hanya segelintir yg berani berjuang mengubah
hidupnya. Sebagian mereka mengharapkan perubahan itu, namun hanya berhenti di
wacana dan topik pembicaraan semata. Dan sebagian lain melakukan start, tetapi
mereka kandas ditengah jalan karena berputus asa dan takut resiko.
Sampai kapan
kita akan mengalami kejenuhan dan kebosanan dgn nasib kita? Sampai kapan kita
dirugikan diri sendiri? Jawabannya, selama kita tidak mau memberanikan diri tuk
mencoba, tidak mau mengubah diri kita, maka kita tidak akan pernah maju.
Lawanlah
ketakutan dengan keberanian, takut gelap berjalanlah di tempat gelap, takut
berenang segeralah menceburkan diri ke air, semakin kita melawan rasa takut,
rasa malas, dan rasa tidak berdaya. Maka akan semakin dekat pula kesuksesan
itu. Tentu semua ada resikonya, tetapi inilah harga yang harus dibayar dalam
mengarungi hidup. Kalau kita tidak mau membayarnya, kita tidak akan pernah
mendapat kan apa yang kita inginkan.
"
Bagaimana mungkin kalian menginginkan sesuatu yang luar biasa, padahal kalian
sendiri tidak mengubah kebiasaan diri"
( Abu Athaillah)
"
Barangsiapa yang berusaha mengetuk pintu, maka ia hampir saja akan dibukakan
pintu"
(Shalihah al-Mari)
"
Pengharapan yang sesungguhnya ialah yang disertai dengan amal perbuatan, jika
tidak demikian, maka hal itu hanya angan angan belaka"
(Abu Athaillah)
Berlari lebih cepat
"
Barangsiapa yang datang kepada-Ku (Allah) dengan berjalan kaki , maka aku akan
mendatanginya dengan berlari"
(Sabda Nabi Saw)
"Waktu
seperti pedang, jika kau tak memotongnya, ia memotong mu, setiap napas yang
kamu tarik, mendekatkan mu selangkah ke lubang kuburmu"
( Ali bin Abi Thalib)
"Menunda
amal perbuatan baik karena menantikan kesempatan yang lebih baik merupakan
tanda kebodohan dan kelemahan jiwa"
(Ibnu Athaillah)
"
Ketika engkau di sore hari, jangan tunggu sampai esok hari. Dan ketika engkau
di pagi hari , jangan tunggu sampai sore hari"
( Ibnu Umar)
Kelemahanlembutan
Kelemahlembutan
bukan indikasi ketidakberdayaan, tetapi merupakan tanda kemampuan untuk
mengendalikan diri. Sebaliknya kekerasan dan kekasaran bukan tanda kekuasaan,
namun tanda kerapuhan emosional dan kelemahan kepribadian.
Iqra
Salah satu
ajaran penting yang terdapat dalam Islam adalah perintah Iqra. Perintah ini
tidak saja penting, bahkan ia menempati posisi pertama dalam Wahyu yang
diturunkan Allah SWT. Yang dimaksud
perintah iqra bukan hanya sekedar membaca dalam arti menggoyang lidah ntuk
melantunkan huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat, namun
perintah iqra memiliki makna 'membaca' dalam arti yang luas dan bervariasi.
Kata iqra sendiri diambil dari akar
kata yang berarti ' menghimpun' sehingga tidak selalu diartikan 'membaca teks
tertulis dengan aksara tertentu' dari 'menghimpun' lahir aneka makna seperti :
menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu dan
membaca , mencari wawasan, baik teks tertulis maupun tidak. Pendeknya membaca
adalah mengaktifkan kapasitas intelektual, spritual, emosional, dll
Lalu apa yang harus dibaca?
Pertanyaan itu
tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa
saja , materi apa saja, selama bacaan tersebut Bismi rabbik dalam arti
bermanfaat untuk kemanusiaan.
" Jika
engkau merenungkan ciptaan (yang ada di dunia ini), niscaya engkau akan melihat
nasihat di dalamnya bagimu"
(Imam Al Kadzim)
"
Hendaklah bicaramu adalah dzikir, diammu adalah berpikir, dan pendanganmu
adalah mengambil pelajaran"
(Salman Al Farisi)
"
Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu, belajarlah untuk tenang dan sabar"
( Umar bin Khatab)
"Seseorang
senantiasa disebut pandai selama ia mencari ilmu, jika ia menyangka bahwa ia
telah mengetahui, maka sungguh ia telah bodoh"
(Sabda nabi saw?)
"Orang
beriman adalah orang yang merenungkan, mengingat, dan menahan (diri dari kejahatan)
. Ia merenung hingga menimbulkan ketenangan dan dia tetap tenang, damai, dan
merendahkan dirinya"
(Wahb bin Munabbih)
"Ucapan
orang beriman adalah hikmat-Nya , diamnya adalah tafakkur, dan visinya adalah
pelajaran(untuk dia).;jika anda seperti itu, maka anda akan selamanya berada
dalam posisi beribadah"
(Fadhil bin Iyadh)
"Siapa
yang ingin mencapai kehormatan akhirat, hendaknya ia bertafakur,Karena ia akan
menjadi pengetahuan"
(Ka'ab al-Ahbar)
"Berikanlah
kepada matamu hak untuk beribadah. Para sahabat bertanya'Wahai Rasulullah, apa
hak ibadahnya?' Rosul menjawab 'Melihat Mushaf, berpikir tentang isinya, dan
mengambil pelajaran dan keajaibannya"
(Sabda Nabi saw)
Pertemanan dan persaudaraan
Salah satu yang akan memberi pengaruh besar terhadap perilaku dan corak
kehidupan seseorang adalah teman. Karena itu dikatakan:
"Janganlah kamu bertanya tentang
seseorang dan lihatlah temannya"
"Sesungguhnya seorang teman
dengan yang ditemani itu mengikuti"
" Kecelakaan besarlah bagiku:
kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu sebagai teman akrab(ku) "(Al
Furqan :28)
Persaudaraan
yang sejati adalah persaudaraan antara dua anak manusia yang diikat oleh tali
dan rasa cinta kepada Allah SWT. Dalam kehidupan dimana sekat sekat antara
kebenaran dan kebatilan semakin kabur, maka identifikasi tentang siapa kawan
dan siapa lawan menjadi kabur.
"Manusia
yang paling lemah ialah orang yang tak sanggup mencari teman, dan yang paling
lemah dari pada itu ialah orang yang menyia-nyiakan teman yang dilerolehnya"
(Imam al-Ghazali)
"Barangsiapa
yang duduk bersama 8 golongan, maka Allah akan menambah 8 perkara. Barangsiapa
duduk bersama orang orang kaya, maka Allah menambahnya kecintaan dan kesukaaan
terhadap dunia. Barangsiapa duduk bersama orang orang fakir, maka ia memperoleh
kesyukuran dan keridhaan atas pembagian Allah. Barangsiapa duduk bersama
penguasa, maka Allah menambahkan kerasnya hati dan kesombongan padanya.
Barangsiapa duduk bersama para wanita, maka Allah akan menambahkan kebodohan
dan nafsu syahwat kepadanya. Barangsiapa duduk bersama anak anak kecil, maka ia
menambahkan permainan. Barangsiapa duduk bersama orang orang fasik, maka ia
tambah berani melakukan dosa dan menunda taubat. Barangsiapa duduk bersama
orang orang shalih, maka ia bertambah cinta pada ketaatan. Barangsiapa duduk
bersama ulama, maka ia bertambah ilmu dan aman"
(Abu Thayyib)
Keikhlasan sebagai kunci kesuksesan
Sesungguhnya kunci kesuksesan dan
keselamatan itu ada dalam keikhlasan.
(As. Shad:
83) (Asy Syuraraa : 88-89)
Dan hanya
orang yang ikhlas yang dapat terhindar dari kehancuran dan kecelakaan.seorang
ulama berkata " Siapa yang bisa menjadikan sesaat sja dari umurnya untuk
berbuat ikhlas karena mengharapkan wajah Allah, maka dia akan selamat. Hingga
malaikat terdekat pun tidak tahu kondisi keikhlasan seseorang. Ikhlas jadi
sesuatu yang sangat rahasia, dan spesial antara seorang hamba dan tuhannya.
Ikhlas adalah rahasia para washilun (orang2 yang berjalan menuju Allah) dapat
sampai kepadanya Rabb- Nya.
"Tidak
akan terjadi saling dengki dikalagan para ulama, sebab yang mereka tuju adalah
ma'rifatullah (mengenal Allah) . Dan tujuan seperti itu bagaikan samudra luas
yng tidak bertepi. Dan yang mereka cari adalah kedudukan di sisi Allah. Dan
itupun merupakan tujuan yang tidak terbatas. Karena kenikmatan tertinggi yang
ada pada sisi Allah adalah memandang-Nya. Dan dalam hal itu tidak akan ada
saling dorong dan berdesak desakan. Orang orang yang melihat Allah tidak akan
merasa sempit dengan adanya orang Lain yang juga melihatNya"
(Imam Ghazali)
"Milikku
yang paling berharga do dunia ini adalah keikhlasan. Betapa seringnya aku telah
berjuang untuk membebaskan hatiku dari riya, namun setiap kali aku berhasil, ia
muncul dalam warna yang Lain"
(Yusuf bin Husein)
"Janganlah
engkau beramal agar engkau disebut sebut, sembunyikanlah kebaikanmu sebagaimana
engkau menyembunyikan keburukanmu"
(Bisyr bin Al-Harist)
Bahagia adalah Pilihan
Sungguh
sangat manusia jika kita merasa sedih saat musibah itu datang menimpa. Dan
sangat wajar jika kita merasa berduka ketika cobaan hidup mengharapkan kita.
Tapi sejatinya kebahagian itu adalah sebuah Pilihan. Kita bisa memilih untuk
tetap bahagia, senang betapapun beratnya cobaan hidup, kita berhak untuk tetap
bahagia di waktu apapun atau dalam keadaan apapun.
" Kau
adalah orang yang paling bahagia, andaikan engkau tidak mencintai dunia"
(Rabi'ah al-Adawiyah)
"Taqwa
kepada Allah adalah sumber kebahagian. Menuruti hawa nafsu adalah sumber
kecelakaan"
(Zainudin al-Maalibari)
Menjaga Lidah
Berucap atau
diam sesungguhnya adalah sebuah Pilihan.
"Sedikit
berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah
kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu
faktor yang dapat meringankan dosa"
(Imam al-Kadzim)
"Siapalah
banyak biara, banyak salahnya. Siapa banyak berpikir, terbukalah tabir"
(Ali bin Ani Thalib)
"
Barangsiapa meninggalkan kelebihan ucapan, maka ia dikarunia hikmah.
Barangsiapa meninggalkan bergurau, maka ia diberi wibawa yang bagus"
(Umar bin Khatab)
Keridhaan adalah Sumber Ketenangan
Tak
sedikit orang yang dalam kehidupanya hampir selalu diliputi kegelishaan,
ketidaktenangan, dan kejengkelan. Kehidupan yang dilaluinya dirasakan carut
marut, tidak tertata. Saudaraku, Ketenangan dan ketentraman batin itu hanya
dapat dirasakan jika kita ridha terhadap qadha dan ketetapan Allah SWT.
"Tanda
keridhaan adalah jika tidak memilih sesuatu kecuali apa yang dipilihkan Tuannya
untuknya"
(Abu Hasab Ahmad bin Hawari)
"Aku
tidak peduli atas keadaan apapun aku menemui pagi hari, apakah mendapatkan apa
yang kusukai atau mendapatkan apa yang kubenci, karena aku tidak tahu kebaikan
itu ada pada apa yang kusukai atau pada apa yang kubenci"
(Umar bin Khatab)
Tawakkal
Sesungguhnya rasa takut dan khawatir
itu muncul disebabkan oleh minimnya rasa tawakkal kita kepada Allah. Kita lebih
sering bergantung pada usaha, harta dan kekuatan kita. Kita tidak perlu cemas
oleh masa depan yang masih ghaib, karena betapapun kita mencemaskannya, toh
yang akan terjadi pasti terjadi. Sikap yang terbaik adalah menyerahkan semuanya
pada keadilan tuhan, berbaik sangka terhadap ya, sambil terus menyempurnakan
ikhtiar. Hadapi kehidupan ini apa adanya. Kendalikan jiwa untuk dapat menerima
dan menikmati apa yang ada!
"Wahai
bani adam, jangan gelisah memikirkan keadaanmu satu tahun ke depan. Cukuplah
kau pikirkan dan jalani apa yang menjadi bagianmu hari ini saja. Karena jika
kamu diberi umur satu tahun kedepan, Allah pasti akan menyediakan rezekinya
pula. Namun, jika kamu tidak diberi umur setahun ke depan, dan kamu
memikirkannya, berarti kamu telah miminta sesuatu yang bukan milikku"
(Hasan al-Bashri)
"Jika
seseorang itu meninggalkan pengobatan karena kuatnya keimanan dan tawakkalnya kepada
Allah SWT, babea dia adalah zat yang mendatangkan manfaat dan mudarat dan dia
berkuasa atas segala sesuatu, maka sikap yang demikian tidaklah terlarang. Dia
tidak boleh dipaksa untuk berobat"
(Syaikh Hamd bin Abdullah ad-Dausary)
Syukur mengundang Nikmat
Adalah
kenyataan yang kita saksikan sehari-hari, ternyata kebahagian yang dirindukan
bukanlah hal yang mudah didapat. Kunci pembuka nikmat itu bernama syukur.
Artinya siapapun yang tidak tau cara mensyukuri nikmat dengan benar, maka
tipislah harapan dapat menikmati hidup ini dengan benar dan baik.
"Bila
aku mendengar berita tentang hujan yang turun disuatu daerah, maka aku akan
gembira, meskipun aku didaerah itu tidak mempunyai binatang ternak. Bila aku
membaca satu ayat dari kitabullah, maka aku ingin agar kaum muslimin semua
memahami ayat itu seperti apa yang akum ketahui"
(Ibnu Abbas)
"Yaallah,
segala puji bagi engkau. Jika engkau mengambil, maka sebenarnya engkau telah
memberi,. Jika engkau mendatangkan cobaan, maka sesungguhnya engkau telah
memberikan kesehatan. Engkau telah karuniakan empat anggota tubuh kepada dan
engkau cabut satu dariku. Engkau karuniakan padaku empat anak dan engkau cabut
satu diantaranya"
(Urwah bin Zubair)
Bekerja dan Ikhtiar
Dalam
ajaran islam, bekerja adalah manifestasi dari iman. Tetapi yang kita lakukan
adalah menambahkan kepada amal ibadah madhah tersebut amal duniawi yang
bernilai amal akhirat. Ibarat pepatah, sekali mendayung, dua tiga puluh
terlampaui. Dengan demikian bila amal madhah kita sedikit, akan menjadi banyak
dengan prestasi duniawi itu. Dan apabila amal ibadah madhah kita sudah banyak,
akan semakin banyak dengan tambah prestasi duniawi. Maka alangkah benar definisi
ibadah yang dinyatakan oleh imam Ibnu Taimayah "ialah apa yang diridhoi
Allah, dari perbuatan lahir dan batin.". Karena memang motivasinya adalah
pengabdian kepada Allah SWT. Sedang dia selalu ada, selalu mengawasi, selalu
mengawasi apa yang kita lakukan.
Sabar dan Tangguh pada Masa masa
Sulit.
Apa yang perlu kita
lakukan saat menghadapi musibah atau kesulitan adalah bersabar;mengendalikan
jiwa dan pikiran agar tetap positif, dan terus belajar dari kesulitan tersebut.
"Sabar
memiliki 2 sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang Lain adalah bersyukur
kepada Allah"
(Ibnu Mas'ud)
"Kecerdikan seseorang yang tak
punya kecerdikan adalah kesabaran" (Aktsam bin Shaifi)
"Kamu
tidak akan dapat meraih apa yang kamu cita citakan kecuali dengan bersabar menghadapi
apa yang kamu tidak sika"
(Hasan al-Bashri)
"Tiga
hal termasuk kesabaran: kamu tidak menceritakan kemaksiatanmu, tidak pula
menceritakan sakitmu, dan tidak mensucikan (memuji) dirimu"
(Sufyan ats-Tsauri)
Kedermawanan
Ialah amal
atau pekerti yang memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan yang banyak bagi diri
pelakunya maupun orang Lain. Memberikan masukan besar, bahkan tak terhingga
sebagaimana Allah telah menjanjikan kepada kita, baik itu secara material,
sosial dan spritual.
"Bohong
kalau kalian mendengar nasihat dan menangis dihadapanku, tetapi saat orang
datang meminta uluran tangan , kalian malahan membiarkanya. Itu menunjukkan
bahwa tangisan kalian belum karena Allah"
(Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)
" Orang
yang dermawan akan dimuliakan, orang yang bakhil akan dihinakan. Manusia yang
paling dermawan memberikan harta hartanya kepada orang yang tidak
mengharapkannya"
( Husein bin Ali)
"Sesungguhnya
sedekah itu benar benar akan meredam kemurkaan Rabb dan mencegah kematian dalam
keadaan su'ul khatimah"
(Sbda Nabi saw)
Menjaga Kehormatan dan Kemuliaan
Fitrah
Kemuliaan manusia adalah jika ia melihat ke atas hanya melihat kepada tuhannya,
melihat manusia sejajar, dan melihat ke alam dengan pandangan kebawah. Jika
sebaliknya, maka sungguh kita akan menjadi manusia yang rendah dan terhina.
Setiap kali
manusia mengadahkan muka ke atas, tunduk dan bergantung hanya kepada Allah zat
yang tinggi dan mulia, maka ia akan menjadi manusia yang mulia dan terhormat.
Dan setiap kali manusia menundukkan muka ke bawah, pandangannya tertuju pada
makhluk, materia, dan sesuatu yang lebih rendah, ia akan menjadi manusia yang
hina dan nista. Karakter dan watak seorang mukmin adalah izzah (harga diri).
"Sungguh
terpuji orang yang malu apabila menerima pujian, dan tetap diam bila tertimpa
fitnah."
(Kahlil Gibran)
Dosa dan Taubat
Dan sejatinya Allah menghendaki
adanya dosa dan keslahan pada manusia.
"Sesungguhnya seorang hamba berbuat dosa, lalu dosa itu
memasukkan ia ke surga. Sahabat bertanya, 'wahai nabi Allah, bagaimana dosa itu
memasukkan ka ke surga? ' Nabi menjawab, 'Dosa itu didepan matanya terus, dia
meminta ampun darinya dan menyesalinya, sampai memasukkan ia ke surga".
Sayangnya,
respon kita kerap keliru dalam menyikapi dosa. Setidaknya ada 2 kesalahan besar
yang menjadikan dosa itu membawa malapetaka besar bagi manusia. Pertama: tidak
mau mengakui kalau dirinya telah berdosa. Kedua: menganggap Allah tidak sanggup
mengampuni dosa-dosa, lalu berputus asa dari rahmat dan ampunan-Nya.
" Tanda
kecelakaan itu ada empat. Lupa pada
dosa-dosa yang lalu, sedangkan ia terjaga di sisi Allah SWT. Menyebutkan
kebaikan kebaikan yang lalu, padahal ia tidak tahu apakah ia terima atau
ditolak. Melihat orang yang lebih tinggi dalam urusan dunia. Dan melihat orang
yang lebih rendah dalam urusan agama"
(Sabda Nabi saw)
"Mengherankan
bagi orang yang binasa sedang bersamanya keselamatan. Dikatakan padanya 'apa
itu?' Taubat dan Istighfar"
(Ali bin Abi Thalib)
"Wahai
anak adam, walaupun dosa kamu memcapai setinggi langit, kemudian kamu
beristighfar memohon ampunan kepadaKu (Allah) Niscaya aku ampunan kamu, dan aku
tidak peduli"
(Sabda Nabi saw)
"Dengan
kadar kecilnya suatu dosa menurutmu, maka itu menjadi besar di sisi Allah. Dan
dengan kadar besarnya dosa menurutmu, maka itu menjadi kecil di sisi
Allah"
(Fudhalil bin Iyadh)
"Saya
meyakini bahwa seseorang lupa pada ilmu yang sudah dikuasainya, karena dosa
yang dilakukan"
(Ibnu Mas'ud)
"Hisablah
diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah diri kalian sebelum kalian
ditimbang "
(Sabda Nabi saw)
"Jangan
memandang kecilnya suatu kemaksiatan, tetapi lihatlah kepada kebesaran dzat
yang engkau telah melakukan kemaksiatan kepada-Nya"
(Bilal bin Rabah)
Kekuatan Doa
Doa itu sebelum dan sesudah berusaha,
dan sabar itu usaha maksimal. Namun perlu diingat semua itu butuh proses. Ada
di (QS al- baqarah: 186)
Siapakah yang lebih benar perkataanya daripada Allah?
Siapakah yang lebih menempati janji selain Allah? bukankah dia yang menciptakan
langit dan bumi, yang sudah pasti paling mengetahui dan paling Tau kondisi
hamba-Nya?
" Tidaklah menolak qadha kecuali
Doa dan tidaklah menambah umur kecuali kebaikan" (Sabda Nabi saw)
"Dikatakan
bahwa ketika seseorang memulai Doa dengan memuji maka ia diijabah, dan ketika
ia memulai Doa sebelum memuji maka ia hanya ada dalam harapan"
(An-Nakhai)
"Tidak
memberi manfaat kehati hatian dari qadar, tetapi Allah menghapus dengan Doa apa
yang dikehendaki-Nya dari qadar"
(Sabda Nabi SAW)
Kesombongan dan Ke-tawadhu'-an
Salah satu
sifat dalam diri manusia yang menjadi sumber kehancuran adalah kesombongan.
Sikap semacam ini menjadikan manusia cenderung hanya memikirkan bagaimana
dirinya dihargai dan dihornati oleh orang Lain, karena dirinyalah yang
"serba" dan "paling hebat" .
"Tidaklah
aku melihat seseorang yang takabbur terhadap yang berada di bawahnya, melainkan
dia ditimpakan oleh Allah kehinaan melalui orang Lain yang lebih tinggi"
(Abu Hatim al-Basati)
"Barangsiapa
yang memuji dirinya atas amal shalihnya, maka hilnglah kesyukurannya dan
terhapuslah amalnya"
(Sabda Nabi saw)
"Pokok
kebaikan adalah tawadhu. Dikatakan padanya 'apa tawadhu' itu? Kamu rela dengan
tempat duduk yang paling rendah dari Kemuliaanmu, kamu memberi salam pada orang
yang kamu temui, dan kamu meninggalkan berdebat walaupun kamu orang yang
benar"
(Ja'far bin Muhammad)
Nikmatnya Ibadah
Dan sesuatu
yang dicarinya itu sejatinya adalah ibadah, penghambaan dan ketundukan kepada
tuhan. Ketika seorang hamba sanggup mengikhlaskan ibadah kepada Allah, maka ia
menemukan jiwanya, mendapatkan hidayah
rahasia wujudnya, dan bersama dengan itu ia memperoleh kebahagian ruhani
yang ia cari selama ini. Hatinya bersinar dengan cahaya ilahiyah, lisannya
mulia dengan Kemuliaan zikir dan bacaan al-quran, serta anggota badannya
mempercantik diri dengan keindahan melayani Allah.
" Aku
menangis bukan karena takut mati atau karena kecintaanku pada dunia. Akan
tetapi yang membuatku menangis adalah kesedihanku karena aku tidak bisa lagi
berpuasa dan shalat malam"
(Amir bin Abdi Qais)
"Jika
kamu memerlukan keasyikan, cukuplah taat pada Allah sebagai keasyikanmu"
(Ali bin Abi Thalib)
"Setiap orang yang takut akan
lari darinya. Setiap orang yang menyukai sesuatu akan mencari ya. Dan setiap
orang yang tentram dengan allah akan gelisah bersama manusia) (Dzun Nun
al-Mishri)
"Aku menemukan manisnya ibadah
dalam 4 hal: pertama dalam menunaikan fardhu fardhu Allah. Kedua dalam menjauhi
perkara perkara yang diharamkan Allah. Ketiga dalam amar ma'ruf dan mencari
ridho Allah. Dan keempat dalam nahi munkar dan menjaga diri dari kemurkaan
Allah SWT" (Utsman bin Affan)
"Aku cinta kehidupan ini karena
3 hal. Karena aku bisa berpuasa kala siang, shalat kala malam, dan bersaing
dengan para ulama dalam halaqah zikir agar selalu ingat kepada Allah"
(Mua'dz bin Jabal)
Cinta dan Kasih Sayang
Mahabbah(cinta)
adalah kehidupan.
"Kecintaanmu
pada sesuatu menjadikanmu buta dan tuli"
(Sabda Nabi SAW)
"Manakala
engkau telah mencicipi manisnya perasaaan cinta kepada Allah dalam taman
jiwamu, niscaya apapun saja yang selama ini indah dalam pandanganmu berubah
menjadi buruk dalam tatapanmimu yang baru"
(Jalaludin Rumi)
"Barangsiapa
mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia, maka Allah akan
melindunginya dari beban gangguan manusia"
(Sabda Nabi Saw)
"Jika
kalian menginginkan makanan yang lezat, pakaian terbagus, dan rumah termegah
untuk diri kalian, tetapi kalian tidak menginginkan hal yang sama untuk saudara
seagama kalian, berarti kalian telah berdusta mengaku memiliki iman yang
sempurna"
(Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)
"Berkasih
Sayang kepada manusia adalah separuh akal"
(Maemun bin Mahram)
"Tanda
cinta kepada Allah adalah banyak mengingat-Nya, karena tidaklah engkau menyukai
sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya"
(Rabi' bin Anas)
"Cintailah
orang shalih karena keshalihannya! Cintailah Nabi Muhammad SAW. Karena dia
kekasih Allah SWT ! Dan cintailah Allah, karena dia adalah kecintaan Nabi dan
orang orang shalih"
(Imam Syafi'i)
"Tugasmu
bukanlah mencari cinta, tapi hanya mencari dan menemukan tembok yang telah kamu
bangun dalam dirimu yang menghalangi kamu dengan cinta"
( Jalaludin Rumi)
" Tanda
kerinduan (kepada Allah) adalah cinta kematian disertai kerehatan"
(Abu Utsman)
Menyikapi Kematian
Saudaraku, Jika kita takut mati itu adalah
hal yang wajar dan manusiawi. Karena sebenarnya bayang bayang kematian adalah
sesuatu yang laten dalam diri manusia.
"Perbanyaklah
mengingat pemutus segala kelezatan (mati) . Tidaklah seorang hamba mengingatnya
disaat dalam kesempitan penghidupan, kecuali ia akan melapangkannya. Dan
tidaklah ia mengingatnya disaat lapang, kecuali ia akan menyempitkannya"
(Sabda Nabi Saw)
"Aku
tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus
mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah
lalai terhadapnya dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal
tidak tahu apakah Tuhannya ridho atau murka terhadapnya"
(Salma al-Farisi)
"Jadilah
di dunia seperti seorang petualang/musafir dan anggaplah dirimu seperti orang
mati"
(Sabda Nabi Saw)
"Aku tinggalkan untuk kalian dua
pemberi nasihat, yaitu yang berbicara dan yang diam"
(Sabda Nabi Saw)
"Perbanyaklah
kalian mengingat mati.! Tidaklah seorang hamba memperbanyak mengingatnya
kecuali Allah akan menghidupkan hatinya"
(Sabda Nabi Saw)
"Ada 3
hal yang sangat dibenci orang orang, namun aku justru menyukainya. Ketiga hal
tersebut adalah: Aku suka kefakiran, sakit dan kematian. Mengapa? Karena
kefakiran adalah ketenangan hati, sakit adalah pelebur dosa, dan kematian
adalah pertemuan dengan Allah" ( Abu Darda)
"
Sesungguhnya dunia adalah mimpi, akhirat adalah terjaga dan kematian adalah
tengah tengahnya. Kita ada dalam mimpi mimpi yang kosong. Barangsiapa
menghitung dirinya, maka ia beruntung. Dan barangsiapa lupa darinya, maka ia
rugi. Barangsiapa yang melihat akhir dari perkara, ia selamat" (al-Hasan)
"Wahai
anak Adam, sesungguhnya kalian adalah hitungan (hari-hari). Jika harimu telah
berlalu, maka telah berlalu sebagiannya"
(al-Hasan)
"Aku
tidak melihat sesuatu yang lebih memberi nasihat daripada kubur, dan aku tidak
melihat sesuatu yang lebih menyelamatkan daripada menyendiri"
(Abdullah bin Abdul Aziz)
" Jika
kalian melihat ajal dan perjalanan, niscaya kamu akan lupa angan-angan dan
tipuannya"
(al-Hasan) .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar