Jumat, 16 Maret 2018

Inspirasi dari langit ketujuh

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Hai sahabat,❤❤

       Dalam kehidupan tentu kita butuh motivasi dan inspirasi yang terus mendorong kita menuju kemajuan yang haqiqi, kemajuan yang haqiqi adalah ketika kita tahu betul apa yang kita butuhkan dari apa yang benar tentang aturan alam. sedikit saja kata, mungkin bisa menggugah semangat hidup kita dalam rangka menuju allah. saya bukanlah orang yang mengetahui segalanya tentang motivasi dan inspirasi, hanya saja ada beberapa buku mengenai itu yang saya baca, dan saya buat ringkasanya, , mungkin ini bisa bermanfaat untuk para pembaca budiman, perlu diketahui disini saya tdak maksud mencopy tulisan orang lain, saya hanya ingin menshare ilmu yang sudah saya dapat dari buku yang saya baca, dan apa salahnya berbagi ilmu.


judul buku : Inspirasi Dari Langit KetujuhKarangan : Mahmud Asy Syafrowi


Rangkuman Buku ‘’Inspirasi dari langit ke tujuh”

Menata Niat
          Anggapan lain niata sering dkonotasikan atau disamakan sebagai ativitas pengucapan lisan. Ketika seorang berniat, maka ia dituntut melapalapalkan niat itu dilidahnya. Adahal pengertian niatyang sesungguhnya adalah murni aktivitas hati, bukan lisan.  Niat adalah bahasa hati, yang tidak bias diucapkan dengan bahasa lisan. Jika pun isan menucapkanya maka itu hanya sebagai pengingat dan penguat saja.
            Persepsi atau anggapan yang keliru ini pada akhir menjadikan niat sering terlupakan terabaikan dalam kebanyakan aktivitas keseharian kita. Betapa sering kita melakukan amaldan pekerjaan dan betapa sering pula kita melupakan dan melalaikan niat didalamnya. Contoh kecil, ketika kita membuat dan meminum kopi dipagi hari, kita lupa menata dan menanamkan niat dalam hati kita, sehingga perbuatan itu anyalah menjadi aktivitas biasa.Jika saja kita pandai mengelola dan menghimpun niatyang baik, tentu aktivitas itu akan menjadi amal yang membuahkan pahala.
            Saudaraku, Niat adalah jantung amal, pilarnya amal, dan ruhnya amal. Sah atau tidaknya amal, Benar tidaknya suatu amal, sangat ditentukan oleh niat awalnya. Berpahala atau tidaknya suatu amal, juga digantungkan pada niat yang terhujam di hati. Dan sediit atau banyaknya pahala, pula disesuaikan dengan niat yang menyertainya.
           Tidak sedikit amal yang kelihahatanya kecil dan ringan, tapi karena niat ia menjadi amal yan besar dan berat timbangannya di sisi allah. Sebaliknya, tak sediit amal yang tampakna besar dan banyak, tetapi karena niat pula, ia menjadi amal yang kecil dan sedikit dalam pandangan allah. Bahkan tak jarang amal yang sebenarnya terbilang sunnah, justru mendatangkan kerugian dan dosa hanya gara gara niat yang keliru. Sabda Nabi saw.menerangkan
‘’Niat seseorang mukmin itu lebih baik dari amalnya. Dan sesungguhnya allah akan memberi untuk niatnya seorang hamba apa yang ia berikan untuk amalnya. Demikian itu karena niat tidak disertai dengan riya, sedang amal itu  bercampur dengan riya.’’
Dan niat yang baik itu senidri sejatinya telah tertulis sebagai amal yang berpahala. Sabda Nabi saw. ‘’Barangsiapa menyengaja suatu kebaikan, kemudia ia tidak(bisa) melakukannya, maka ditulis baginya suatu kebaikan’’.
              Mengapa bisa demikian/ karena niat adalah amal pribadi yang tidak terkait dengan dunia luar. Urusan niat adalah urusan pribadi yang tidak bersangkutan dengan orang lain. Berbeda dengan amal yang sellau bersinggungan dengan dunia luar,trutama manusia, maka niatpun terbebas dari riya, sebab niat tempatnya dihati, yang tidak terpengaruh oleh pandangan manusia. Niat juga jauh dari sikap ujub(membanggakan diri), karena niat ada ebelum amal, sedang  ujub dating ketika atau setelah beramal. Inilah yang menjadikan niat yang baik selalu membuahkan pahala, sedangan perbuatan baik belum tentu. Siapa saja yang tidak pernah memerhatikan niat yang ada dalam hatinya, maka siapsiaplah untuk membuang buang waktu, enaga dan harta dengan tiada arti.

‘’Belajarlah niat, karena niat lebih penting dari pada amal’’
(Yahya bin Abi Katsir)

‘’Memohonlah kepada allah supaya memperbaiki hati dan niatmu, karena tidak ada sesuatu yang paling berat untuk kau obati selain keduanya. Ketika hatimu sedang menghadap(ALLAH)maka seketika mungkin untuk berpaling, maka ketika menghadap itulah engkau harus merampasnya supaya tidak berpaling
(Uwais al-Qarni)

‘’Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan untuk mencari ridha allah, maka perbuatan itu akan rusak’’
(Rabi’ bin Khaitsam)

‘’Pelajarilah niat dalam beramal, karena niat itu lebih cepat sampai kepada Allah daripada amal ynag engkau lakukan itu’’
(Yahya bin Ibnu Katsir)

Husnudzan dan Berpikir Positif
                Pikiran memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dalam menentukan arah hidup seseorang. Karena pikiran dapat melahirkan mindset, memengaruhi perasaan, intelektualitas, sikap, citra diri, kondisi jiwa dan fisik. Hingga akhirnya pikiran memengaruhi hasil akhir yang akan diperoleh. Islam memerintahkan supaya kita selalu berhusnudzan (berbaik sangka) kepada Allah. Sabda Nabi Saw " Wahai manusia, baguskanlah prasangka mu kepada Tuhan alam semesta ini, karena sesungguhnya Tuhan ada bersama prasangka hamba-Nya"  Beliau juga bersabda "Dosa yang paling besar adalah su'udzan kepada Allah"
              Husnudzan juga berarti kita senantiasa yakin bahwa semua qadha dan ketetapan yang dikehendaki Allah pada diri kita adalah baik. Jangan memvonis diri kita dengan ungkapan ungkapan negatif sehingga seolah berprasangka buruk kepada Allah. Sebab, bisa jadi prasangkaan itu menjadi kenyataan.

" Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku . Jika ia menyangka baik, maka ia akan mendapat kebaikan. Dan jika ia menyangka buruk, maka ia akan mendapat keburukan "
(Hadist Qudsi)

" Wahai anakku , jika setan mendatangimu dari arah ragu dan bimbang, maka kalahkan ia dengan keyakinan dan kebenaran. Jika ia mendatangi mu dari arah malas dan bosan, kalahkan ia dengan mengingat kubur dan himpitan nya. Dan jika ia mendatangi mu dari arah cinta dan takut, kabarkanlah kepadanya bahwa dunia akan dipisahkan dan ditinggalkan"
( Luqman al Hakim)

" Perlihatkan tanganmu wahai orang yang dangkal imannya. Seandainya anak Adam punya keimanan sekedar biji gandum, tentu ia dapat berjalan di atas air.
(Nabi Musa as.)

" Allah azza wa jalla memerintahkan kepada seorang hamba agar pergi ke neraka. Tatkala ia berada di atas bibirnya, ia berkata ' Demi Allah wahai Rabb ku, bukankah prasangka ku terhadapMu adalah baik' maka Allah berfirman ' kembalikan ia, karena aku ada dalam prasangka baik hamba-ku kepada ku' maka Dia pun lalu mengampuninya"
(Sabda Nabi Saw.)

Keberanian mengubah hidup dan perjuangan.

             Jutaan orang merasa lelah dengan kehidupan sekarang , bosan dan terasa berat, merasa malang dan bernasib buruk, akhirnya mereka menyalahkan nasib, padahal nasib berada ditangan mereka sendiri. Sebenarnya mereka sangat menginginkan perubahan dalam kehidupan mereka, tapi hanya segelintir yg berani berjuang mengubah hidupnya. Sebagian mereka mengharapkan perubahan itu, namun hanya berhenti di wacana dan topik pembicaraan semata. Dan sebagian lain melakukan start, tetapi mereka kandas ditengah jalan karena berputus asa dan takut resiko.
           Sampai kapan kita akan mengalami kejenuhan dan kebosanan dgn nasib kita? Sampai kapan kita dirugikan diri sendiri? Jawabannya, selama kita tidak mau memberanikan diri tuk mencoba, tidak mau mengubah diri kita, maka kita tidak akan pernah maju.
            Lawanlah ketakutan dengan keberanian, takut gelap berjalanlah di tempat gelap, takut berenang segeralah menceburkan diri ke air, semakin kita melawan rasa takut, rasa malas, dan rasa tidak berdaya. Maka akan semakin dekat pula kesuksesan itu. Tentu semua ada resikonya, tetapi inilah harga yang harus dibayar dalam mengarungi hidup. Kalau kita tidak mau membayarnya, kita tidak akan pernah mendapat kan apa yang kita inginkan.

" Bagaimana mungkin kalian menginginkan sesuatu yang luar biasa, padahal kalian sendiri tidak mengubah kebiasaan diri"
( Abu Athaillah)

" Barangsiapa yang berusaha mengetuk pintu, maka ia hampir saja akan dibukakan pintu"
(Shalihah al-Mari)

" Pengharapan yang sesungguhnya ialah yang disertai dengan amal perbuatan, jika tidak demikian, maka hal itu hanya angan angan belaka"
(Abu Athaillah)

Berlari lebih cepat

" Barangsiapa yang datang kepada-Ku (Allah) dengan berjalan kaki , maka aku akan mendatanginya dengan berlari"
(Sabda Nabi Saw)

"Waktu seperti pedang, jika kau tak memotongnya, ia memotong mu, setiap napas yang kamu tarik, mendekatkan mu selangkah ke lubang kuburmu"
( Ali bin Abi Thalib)

"Menunda amal perbuatan baik karena menantikan kesempatan yang lebih baik merupakan tanda kebodohan dan kelemahan jiwa"
(Ibnu Athaillah)

" Ketika engkau di sore hari, jangan tunggu sampai esok hari. Dan ketika engkau di pagi hari , jangan tunggu sampai sore hari"
( Ibnu Umar)

Kelemahanlembutan

      Kelemahlembutan bukan indikasi ketidakberdayaan, tetapi merupakan tanda kemampuan untuk mengendalikan diri. Sebaliknya kekerasan dan kekasaran bukan tanda kekuasaan, namun tanda kerapuhan emosional dan kelemahan kepribadian.

Iqra

         Salah satu ajaran penting yang terdapat dalam Islam adalah perintah Iqra. Perintah ini tidak saja penting, bahkan ia menempati posisi pertama dalam Wahyu yang diturunkan Allah SWT.  Yang dimaksud perintah iqra bukan hanya sekedar membaca dalam arti menggoyang lidah ntuk melantunkan huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat, namun perintah iqra memiliki makna 'membaca' dalam arti yang luas dan bervariasi.
        Kata iqra sendiri diambil dari akar kata yang berarti ' menghimpun' sehingga tidak selalu diartikan 'membaca teks tertulis dengan aksara tertentu' dari 'menghimpun' lahir aneka makna seperti : menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu dan membaca , mencari wawasan, baik teks tertulis maupun tidak. Pendeknya membaca adalah mengaktifkan kapasitas intelektual, spritual, emosional, dll
Lalu apa yang harus dibaca?
      Pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja , materi apa saja, selama bacaan tersebut Bismi rabbik dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan.
" Jika engkau merenungkan ciptaan (yang ada di dunia ini), niscaya engkau akan melihat nasihat di dalamnya bagimu"
(Imam Al Kadzim)

" Hendaklah bicaramu adalah dzikir, diammu adalah berpikir, dan pendanganmu adalah mengambil pelajaran"
(Salman Al Farisi)

" Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu, belajarlah untuk tenang dan sabar"
( Umar bin Khatab)

"Seseorang senantiasa disebut pandai selama ia mencari ilmu, jika ia menyangka bahwa ia telah mengetahui, maka sungguh ia telah bodoh"
(Sabda nabi saw?)

"Orang beriman adalah orang yang merenungkan, mengingat, dan menahan (diri dari kejahatan) . Ia merenung hingga menimbulkan ketenangan dan dia tetap tenang, damai, dan merendahkan dirinya"
(Wahb bin Munabbih)

"Ucapan orang beriman adalah hikmat-Nya , diamnya adalah tafakkur, dan visinya adalah pelajaran(untuk dia).;jika anda seperti itu, maka anda akan selamanya berada dalam posisi beribadah"
(Fadhil bin Iyadh)

"Siapa yang ingin mencapai kehormatan akhirat, hendaknya ia bertafakur,Karena ia akan menjadi pengetahuan"
(Ka'ab al-Ahbar)

"Berikanlah kepada matamu hak untuk beribadah. Para sahabat bertanya'Wahai Rasulullah, apa hak ibadahnya?' Rosul menjawab 'Melihat Mushaf, berpikir tentang isinya, dan mengambil pelajaran dan keajaibannya"
(Sabda Nabi saw)

Pertemanan dan persaudaraan

      Salah satu yang akan memberi pengaruh besar terhadap perilaku dan corak kehidupan seseorang adalah teman. Karena itu dikatakan:
"Janganlah kamu bertanya tentang seseorang dan lihatlah temannya"
"Sesungguhnya seorang teman dengan yang ditemani itu mengikuti"
" Kecelakaan besarlah bagiku: kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu sebagai teman akrab(ku) "(Al Furqan :28)
        Persaudaraan yang sejati adalah persaudaraan antara dua anak manusia yang diikat oleh tali dan rasa cinta kepada Allah SWT. Dalam kehidupan dimana sekat sekat antara kebenaran dan kebatilan semakin kabur, maka identifikasi tentang siapa kawan dan siapa lawan menjadi kabur.

"Manusia yang paling lemah ialah orang yang tak sanggup mencari teman, dan yang paling lemah dari pada itu ialah orang yang menyia-nyiakan teman yang dilerolehnya"
(Imam al-Ghazali)

"Barangsiapa yang duduk bersama 8 golongan, maka Allah akan menambah 8 perkara. Barangsiapa duduk bersama orang orang kaya, maka Allah menambahnya kecintaan dan kesukaaan terhadap dunia. Barangsiapa duduk bersama orang orang fakir, maka ia memperoleh kesyukuran dan keridhaan atas pembagian Allah. Barangsiapa duduk bersama penguasa, maka Allah menambahkan kerasnya hati dan kesombongan padanya. Barangsiapa duduk bersama para wanita, maka Allah akan menambahkan kebodohan dan nafsu syahwat kepadanya. Barangsiapa duduk bersama anak anak kecil, maka ia menambahkan permainan. Barangsiapa duduk bersama orang orang fasik, maka ia tambah berani melakukan dosa dan menunda taubat. Barangsiapa duduk bersama orang orang shalih, maka ia bertambah cinta pada ketaatan. Barangsiapa duduk bersama ulama, maka ia bertambah ilmu dan aman"
(Abu Thayyib)

Keikhlasan sebagai kunci kesuksesan
Sesungguhnya kunci kesuksesan dan keselamatan itu ada dalam keikhlasan.
(As. Shad: 83) (Asy Syuraraa : 88-89)
          Dan hanya orang yang ikhlas yang dapat terhindar dari kehancuran dan kecelakaan.seorang ulama berkata " Siapa yang bisa menjadikan sesaat sja dari umurnya untuk berbuat ikhlas karena mengharapkan wajah Allah, maka dia akan selamat. Hingga malaikat terdekat pun tidak tahu kondisi keikhlasan seseorang. Ikhlas jadi sesuatu yang sangat rahasia, dan spesial antara seorang hamba dan tuhannya. Ikhlas adalah rahasia para washilun (orang2 yang berjalan menuju Allah) dapat sampai kepadanya Rabb- Nya.

"Tidak akan terjadi saling dengki dikalagan para ulama, sebab yang mereka tuju adalah ma'rifatullah (mengenal Allah) . Dan tujuan seperti itu bagaikan samudra luas yng tidak bertepi. Dan yang mereka cari adalah kedudukan di sisi Allah. Dan itupun merupakan tujuan yang tidak terbatas. Karena kenikmatan tertinggi yang ada pada sisi Allah adalah memandang-Nya. Dan dalam hal itu tidak akan ada saling dorong dan berdesak desakan. Orang orang yang melihat Allah tidak akan merasa sempit dengan adanya orang Lain yang juga melihatNya"
(Imam Ghazali)

"Milikku yang paling berharga do dunia ini adalah keikhlasan. Betapa seringnya aku telah berjuang untuk membebaskan hatiku dari riya, namun setiap kali aku berhasil, ia muncul dalam warna yang Lain"
(Yusuf bin Husein)

"Janganlah engkau beramal agar engkau disebut sebut, sembunyikanlah kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukanmu"
(Bisyr bin Al-Harist)

Bahagia adalah Pilihan

                Sungguh sangat manusia jika kita merasa sedih saat musibah itu datang menimpa. Dan sangat wajar jika kita merasa berduka ketika cobaan hidup mengharapkan kita. Tapi sejatinya kebahagian itu adalah sebuah Pilihan. Kita bisa memilih untuk tetap bahagia, senang betapapun beratnya cobaan hidup, kita berhak untuk tetap bahagia di waktu apapun atau dalam keadaan apapun.

" Kau adalah orang yang paling bahagia, andaikan engkau tidak mencintai dunia"
(Rabi'ah al-Adawiyah)

"Taqwa kepada Allah adalah sumber kebahagian. Menuruti hawa nafsu adalah sumber kecelakaan"
(Zainudin al-Maalibari)

Menjaga Lidah

Berucap atau diam sesungguhnya adalah sebuah Pilihan.

"Sedikit berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa"
(Imam al-Kadzim)

"Siapalah banyak biara, banyak salahnya. Siapa banyak berpikir, terbukalah tabir"
(Ali bin Ani Thalib)

" Barangsiapa meninggalkan kelebihan ucapan, maka ia dikarunia hikmah. Barangsiapa meninggalkan bergurau, maka ia diberi wibawa yang bagus"
(Umar bin Khatab)


Keridhaan adalah Sumber Ketenangan

         Tak sedikit orang yang dalam kehidupanya hampir selalu diliputi kegelishaan, ketidaktenangan, dan kejengkelan. Kehidupan yang dilaluinya dirasakan carut marut, tidak tertata. Saudaraku, Ketenangan dan ketentraman batin itu hanya dapat dirasakan jika kita ridha terhadap qadha dan ketetapan Allah SWT.

"Tanda keridhaan adalah jika tidak memilih sesuatu kecuali apa yang dipilihkan Tuannya untuknya"
(Abu Hasab Ahmad bin Hawari)

"Aku tidak peduli atas keadaan apapun aku menemui pagi hari, apakah mendapatkan apa yang kusukai atau mendapatkan apa yang kubenci, karena aku tidak tahu kebaikan itu ada pada apa yang kusukai atau pada apa yang kubenci"
(Umar bin Khatab)
Tawakkal

           Sesungguhnya rasa takut dan khawatir itu muncul disebabkan oleh minimnya rasa tawakkal kita kepada Allah. Kita lebih sering bergantung pada usaha, harta dan kekuatan kita. Kita tidak perlu cemas oleh masa depan yang masih ghaib, karena betapapun kita mencemaskannya, toh yang akan terjadi pasti terjadi. Sikap yang terbaik adalah menyerahkan semuanya pada keadilan tuhan, berbaik sangka terhadap ya, sambil terus menyempurnakan ikhtiar. Hadapi kehidupan ini apa adanya. Kendalikan jiwa untuk dapat menerima dan menikmati apa yang ada!

"Wahai bani adam, jangan gelisah memikirkan keadaanmu satu tahun ke depan. Cukuplah kau pikirkan dan jalani apa yang menjadi bagianmu hari ini saja. Karena jika kamu diberi umur satu tahun kedepan, Allah pasti akan menyediakan rezekinya pula. Namun, jika kamu tidak diberi umur setahun ke depan, dan kamu memikirkannya, berarti kamu telah miminta sesuatu yang bukan milikku"
(Hasan al-Bashri)

"Jika seseorang itu meninggalkan pengobatan karena kuatnya keimanan dan tawakkalnya kepada Allah SWT, babea dia adalah zat yang mendatangkan manfaat dan mudarat dan dia berkuasa atas segala sesuatu, maka sikap yang demikian tidaklah terlarang. Dia tidak boleh dipaksa untuk berobat"
(Syaikh Hamd bin Abdullah ad-Dausary)

Syukur mengundang Nikmat

         Adalah kenyataan yang kita saksikan sehari-hari, ternyata kebahagian yang dirindukan bukanlah hal yang mudah didapat. Kunci pembuka nikmat itu bernama syukur. Artinya siapapun yang tidak tau cara mensyukuri nikmat dengan benar, maka tipislah harapan dapat menikmati hidup ini dengan benar dan baik.

"Bila aku mendengar berita tentang hujan yang turun disuatu daerah, maka aku akan gembira, meskipun aku didaerah itu tidak mempunyai binatang ternak. Bila aku membaca satu ayat dari kitabullah, maka aku ingin agar kaum muslimin semua memahami ayat itu seperti apa yang akum ketahui"
(Ibnu Abbas)

"Yaallah, segala puji bagi engkau. Jika engkau mengambil, maka sebenarnya engkau telah memberi,. Jika engkau mendatangkan cobaan, maka sesungguhnya engkau telah memberikan kesehatan. Engkau telah karuniakan empat anggota tubuh kepada dan engkau cabut satu dariku. Engkau karuniakan padaku empat anak dan engkau cabut satu diantaranya"
(Urwah bin Zubair)


Bekerja dan Ikhtiar

             Dalam ajaran islam, bekerja adalah manifestasi dari iman. Tetapi yang kita lakukan adalah menambahkan kepada amal ibadah madhah tersebut amal duniawi yang bernilai amal akhirat. Ibarat pepatah, sekali mendayung, dua tiga puluh terlampaui. Dengan demikian bila amal madhah kita sedikit, akan menjadi banyak dengan prestasi duniawi itu. Dan apabila amal ibadah madhah kita sudah banyak, akan semakin banyak dengan tambah prestasi duniawi. Maka alangkah benar definisi ibadah yang dinyatakan oleh imam Ibnu Taimayah "ialah apa yang diridhoi Allah, dari perbuatan lahir dan batin.". Karena memang motivasinya adalah pengabdian kepada Allah SWT. Sedang dia selalu ada, selalu mengawasi, selalu mengawasi apa yang kita lakukan.

Sabar dan Tangguh pada Masa masa Sulit.

    Apa yang perlu kita lakukan saat menghadapi musibah atau kesulitan adalah bersabar;mengendalikan jiwa dan pikiran agar tetap positif, dan terus belajar dari kesulitan tersebut.

"Sabar memiliki 2 sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang Lain adalah bersyukur kepada Allah"
 (Ibnu Mas'ud)

"Kecerdikan seseorang yang tak punya kecerdikan adalah kesabaran" (Aktsam bin Shaifi)
"Kamu tidak akan dapat meraih apa yang kamu cita citakan kecuali dengan bersabar menghadapi apa yang kamu tidak sika"
 (Hasan al-Bashri)

"Tiga hal termasuk kesabaran: kamu tidak menceritakan kemaksiatanmu, tidak pula menceritakan sakitmu, dan tidak mensucikan (memuji) dirimu"
 (Sufyan ats-Tsauri)


Kedermawanan

           Ialah amal atau pekerti yang memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan yang banyak bagi diri pelakunya maupun orang Lain. Memberikan masukan besar, bahkan tak terhingga sebagaimana Allah telah menjanjikan kepada kita, baik itu secara material, sosial dan spritual.

"Bohong kalau kalian mendengar nasihat dan menangis dihadapanku, tetapi saat orang datang meminta uluran tangan , kalian malahan membiarkanya. Itu menunjukkan bahwa tangisan kalian belum karena Allah"
 (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

" Orang yang dermawan akan dimuliakan, orang yang bakhil akan dihinakan. Manusia yang paling dermawan memberikan harta hartanya kepada orang yang tidak mengharapkannya"
 ( Husein bin Ali)

"Sesungguhnya sedekah itu benar benar akan meredam kemurkaan Rabb dan mencegah kematian dalam keadaan su'ul khatimah"
(Sbda Nabi saw)

Menjaga Kehormatan dan Kemuliaan

          Fitrah Kemuliaan manusia adalah jika ia melihat ke atas hanya melihat kepada tuhannya, melihat manusia sejajar, dan melihat ke alam dengan pandangan kebawah. Jika sebaliknya, maka sungguh kita akan menjadi manusia yang rendah dan terhina.
         Setiap kali manusia mengadahkan muka ke atas, tunduk dan bergantung hanya kepada Allah zat yang tinggi dan mulia, maka ia akan menjadi manusia yang mulia dan terhormat. Dan setiap kali manusia menundukkan muka ke bawah, pandangannya tertuju pada makhluk, materia, dan sesuatu yang lebih rendah, ia akan menjadi manusia yang hina dan nista. Karakter dan watak seorang mukmin adalah izzah (harga diri).

"Sungguh terpuji orang yang malu apabila menerima pujian, dan tetap diam bila tertimpa fitnah."
(Kahlil Gibran)
Dosa dan Taubat

Dan sejatinya Allah menghendaki adanya dosa dan keslahan pada manusia.
"Sesungguhnya seorang hamba berbuat dosa, lalu dosa itu memasukkan ia ke surga. Sahabat bertanya, 'wahai nabi Allah, bagaimana dosa itu memasukkan ka ke surga? ' Nabi menjawab, 'Dosa itu didepan matanya terus, dia meminta ampun darinya dan menyesalinya, sampai memasukkan ia ke surga".
           Sayangnya, respon kita kerap keliru dalam menyikapi dosa. Setidaknya ada 2 kesalahan besar yang menjadikan dosa itu membawa malapetaka besar bagi manusia. Pertama: tidak mau mengakui kalau dirinya telah berdosa. Kedua: menganggap Allah tidak sanggup mengampuni dosa-dosa, lalu berputus asa dari rahmat dan ampunan-Nya.

" Tanda kecelakaan itu ada  empat. Lupa pada dosa-dosa yang lalu, sedangkan ia terjaga di sisi Allah SWT. Menyebutkan kebaikan kebaikan yang lalu, padahal ia tidak tahu apakah ia terima atau ditolak. Melihat orang yang lebih tinggi dalam urusan dunia. Dan melihat orang yang lebih rendah dalam urusan agama"
 (Sabda Nabi saw)

"Mengherankan bagi orang yang binasa sedang bersamanya keselamatan. Dikatakan padanya 'apa itu?' Taubat dan Istighfar"
(Ali bin Abi Thalib)

"Wahai anak adam, walaupun dosa kamu memcapai setinggi langit, kemudian kamu beristighfar memohon ampunan kepadaKu (Allah) Niscaya aku ampunan kamu, dan aku tidak peduli"
(Sabda Nabi saw)

"Dengan kadar kecilnya suatu dosa menurutmu, maka itu menjadi besar di sisi Allah. Dan dengan kadar besarnya dosa menurutmu, maka itu menjadi kecil di sisi Allah"
 (Fudhalil bin Iyadh)

"Saya meyakini bahwa seseorang lupa pada ilmu yang sudah dikuasainya, karena dosa yang dilakukan"
(Ibnu Mas'ud)

"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang "
 (Sabda Nabi saw)

"Jangan memandang kecilnya suatu kemaksiatan, tetapi lihatlah kepada kebesaran dzat yang engkau telah melakukan kemaksiatan kepada-Nya"
(Bilal bin Rabah)

Kekuatan Doa

       Doa itu sebelum dan sesudah berusaha, dan sabar itu usaha maksimal. Namun perlu diingat semua itu butuh proses. Ada di (QS al- baqarah: 186)
Siapakah yang lebih benar perkataanya daripada Allah? Siapakah yang lebih menempati janji selain Allah? bukankah dia yang menciptakan langit dan bumi, yang sudah pasti paling mengetahui dan paling Tau kondisi hamba-Nya?

" Tidaklah menolak qadha kecuali Doa dan tidaklah menambah umur kecuali kebaikan" (Sabda Nabi saw)
"Dikatakan bahwa ketika seseorang memulai Doa dengan memuji maka ia diijabah, dan ketika ia memulai Doa sebelum memuji maka ia hanya ada dalam harapan"
(An-Nakhai)

"Tidak memberi manfaat kehati hatian dari qadar, tetapi Allah menghapus dengan Doa apa yang dikehendaki-Nya dari qadar"
(Sabda Nabi SAW)

Kesombongan dan Ke-tawadhu'-an

         Salah satu sifat dalam diri manusia yang menjadi sumber kehancuran adalah kesombongan. Sikap semacam ini menjadikan manusia cenderung hanya memikirkan bagaimana dirinya dihargai dan dihornati oleh orang Lain, karena dirinyalah yang "serba" dan "paling hebat" .

"Tidaklah aku melihat seseorang yang takabbur terhadap yang berada di bawahnya, melainkan dia ditimpakan oleh Allah kehinaan melalui orang Lain yang lebih tinggi"
 (Abu Hatim al-Basati)

"Barangsiapa yang memuji dirinya atas amal shalihnya, maka hilnglah kesyukurannya dan terhapuslah amalnya"
(Sabda Nabi saw)

"Pokok kebaikan adalah tawadhu. Dikatakan padanya 'apa tawadhu' itu? Kamu rela dengan tempat duduk yang paling rendah dari Kemuliaanmu, kamu memberi salam pada orang yang kamu temui, dan kamu meninggalkan berdebat walaupun kamu orang yang benar"
 (Ja'far bin Muhammad)

Nikmatnya Ibadah

          Dan sesuatu yang dicarinya itu sejatinya adalah ibadah, penghambaan dan ketundukan kepada tuhan. Ketika seorang hamba sanggup mengikhlaskan ibadah kepada Allah, maka ia menemukan jiwanya, mendapatkan hidayah  rahasia wujudnya, dan bersama dengan itu ia memperoleh kebahagian ruhani yang ia cari selama ini. Hatinya bersinar dengan cahaya ilahiyah, lisannya mulia dengan Kemuliaan zikir dan bacaan al-quran, serta anggota badannya mempercantik diri dengan keindahan melayani Allah.

" Aku menangis bukan karena takut mati atau karena kecintaanku pada dunia. Akan tetapi yang membuatku menangis adalah kesedihanku karena aku tidak bisa lagi berpuasa dan shalat malam"
(Amir bin Abdi Qais)

"Jika kamu memerlukan keasyikan, cukuplah taat pada Allah sebagai keasyikanmu"
(Ali bin Abi Thalib)

"Setiap orang yang takut akan lari darinya. Setiap orang yang menyukai sesuatu akan mencari ya. Dan setiap orang yang tentram dengan allah akan gelisah bersama manusia) (Dzun Nun al-Mishri)
"Aku menemukan manisnya ibadah dalam 4 hal: pertama dalam menunaikan fardhu fardhu Allah. Kedua dalam menjauhi perkara perkara yang diharamkan Allah. Ketiga dalam amar ma'ruf dan mencari ridho Allah. Dan keempat dalam nahi munkar dan menjaga diri dari kemurkaan Allah SWT" (Utsman bin Affan)

"Aku cinta kehidupan ini karena 3 hal. Karena aku bisa berpuasa kala siang, shalat kala malam, dan bersaing dengan para ulama dalam halaqah zikir agar selalu ingat kepada Allah" 
(Mua'dz bin Jabal)

Cinta dan Kasih Sayang

Mahabbah(cinta) adalah kehidupan.

"Kecintaanmu pada sesuatu menjadikanmu buta dan tuli"
(Sabda Nabi SAW)

"Manakala engkau telah mencicipi manisnya perasaaan cinta kepada Allah dalam taman jiwamu, niscaya apapun saja yang selama ini indah dalam pandanganmu berubah menjadi buruk dalam tatapanmimu yang baru"
(Jalaludin Rumi)

"Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia, maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia"
(Sabda Nabi Saw)

"Jika kalian menginginkan makanan yang lezat, pakaian terbagus, dan rumah termegah untuk diri kalian, tetapi kalian tidak menginginkan hal yang sama untuk saudara seagama kalian, berarti kalian telah berdusta mengaku memiliki iman yang sempurna"
(Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

"Berkasih Sayang kepada manusia adalah separuh akal"
(Maemun bin Mahram)

"Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat-Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya"
(Rabi' bin Anas)

"Cintailah orang shalih karena keshalihannya! Cintailah Nabi Muhammad SAW. Karena dia kekasih Allah SWT ! Dan cintailah Allah, karena dia adalah kecintaan Nabi dan orang orang shalih"
(Imam Syafi'i)

"Tugasmu bukanlah mencari cinta, tapi hanya mencari dan menemukan tembok yang telah kamu bangun dalam dirimu yang menghalangi kamu dengan cinta"
( Jalaludin Rumi)

" Tanda kerinduan (kepada Allah) adalah cinta kematian disertai kerehatan"
(Abu Utsman)

Menyikapi Kematian

     Saudaraku, Jika kita takut mati itu adalah hal yang wajar dan manusiawi. Karena sebenarnya bayang bayang kematian adalah sesuatu yang laten dalam diri manusia.
"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan (mati) . Tidaklah seorang hamba mengingatnya disaat dalam kesempitan penghidupan, kecuali ia akan melapangkannya. Dan tidaklah ia mengingatnya disaat lapang, kecuali ia akan menyempitkannya"
(Sabda Nabi Saw)

"Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridho atau murka terhadapnya"
(Salma al-Farisi)

"Jadilah di dunia seperti seorang petualang/musafir dan anggaplah dirimu seperti orang mati"
(Sabda Nabi Saw)

"Aku tinggalkan untuk kalian dua pemberi nasihat, yaitu yang berbicara dan yang diam" 
(Sabda Nabi Saw)

"Perbanyaklah kalian mengingat mati.! Tidaklah seorang hamba memperbanyak mengingatnya kecuali Allah akan menghidupkan hatinya"
(Sabda Nabi Saw)

"Ada 3 hal yang sangat dibenci orang orang, namun aku justru menyukainya. Ketiga hal tersebut adalah: Aku suka kefakiran, sakit dan kematian. Mengapa? Karena kefakiran adalah ketenangan hati, sakit adalah pelebur dosa, dan kematian adalah pertemuan dengan Allah" ( Abu Darda)
" Sesungguhnya dunia adalah mimpi, akhirat adalah terjaga dan kematian adalah tengah tengahnya. Kita ada dalam mimpi mimpi yang kosong. Barangsiapa menghitung dirinya, maka ia beruntung. Dan barangsiapa lupa darinya, maka ia rugi. Barangsiapa yang melihat akhir dari perkara, ia selamat" (al-Hasan)

"Wahai anak Adam, sesungguhnya kalian adalah hitungan (hari-hari). Jika harimu telah berlalu, maka telah berlalu sebagiannya"
(al-Hasan)

"Aku tidak melihat sesuatu yang lebih memberi nasihat daripada kubur, dan aku tidak melihat sesuatu yang lebih menyelamatkan daripada menyendiri"
(Abdullah bin Abdul Aziz)

" Jika kalian melihat ajal dan perjalanan, niscaya kamu akan lupa angan-angan dan tipuannya"
(al-Hasan) .









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Cinta Kepada Allah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Hai sahabat,❤❤ MY RESUME  Iman terkadang naik turun, salah satu untuk memperahankan keisyiq...